BASKET PUTRI INDONESIA, TIDAK BERMASALAH DENGAN SERAGAM

BASKET PUTRI INDONESIA, TIDAK BERMASALAH DENGAN SERAGAM

Ada yang berbeda saat Timnas Bakset Putri Indonesia melawan Korea, Rabu, 15 Agustus 2018, yaitu mereka sudah memakai jersey atau seragam bertanding bermerek Li-Ning. Jersey dengan nuansa merah dan hitam tersebut memang buatan Li-Ning. Tidak seperti hari sebelumnya, saat Timnas Putra Indonesia bermasalah dengan jersey yang mereka gunakan. Akhirnya menggunakan jersey cadangan.

Manajer Timnas Putri Indonesia, Njoo Lie Wen, menjelaskan duduk perkaranya. Diakui bahwa jersey buatan Li-Ning memang tidak sesuai dengan peraturan FIBA. Sebab pada FIBA Rules yang mengatur tentang Seragam Bertandingan, disebutkan bahwa warna depan dan belakang harus sama. Sedangkan di jersey Indonesia yang baru, di bagian belakang berwarna merah polos dan di bagian depan merah gradasi hitam. Kalau dilihat sekilas, justru lebih dominan ke hitam.

Sementara itu, warna celana juga kurang sesuai dengan aturan. Perpaduan hitam dan merah tidak jelas dominasinya. Dari warna saja, menurut Njoo Lie Wen, jersey tersebut sudah bermasalah. Namun pihaknya akhirnya bisa meyakinkan NOC (National Olympic Committee) agar Indonesia tetap bisa memakai jersey tersebut.

“Memang ini tidak sesuai. Teman-teman media mungkin juga tahu tentang aturan itu. Tapi kami berupaya negosiasi dengan pihak NOC. Saya bilang bahwa memang turnamen di Asian Games ini bukan agenda FIBA, maka harus ada penyesuaian juga tentang aturan seragam. Sementara kontingen Indonesia harus memakai merek Li-Ning untuk bertanding,” penjelasan Njoo Lie Wen.

Akhirnya pihak NOC mengijinkan Indonesia memakai jersey Li-Ning yang berwarna hitam-merah tersebut saat bertanding melawan Korea. Lawan juga tidak mempermasalahkan jersey tersebut. Karena Korea saat itu memakai seragam berwarna putih. Namun masalah jersey tidak berhenti sampai di situ. Njoo Lie Wen mengeluhkan ukuran seragam tersebut. Ia menganggap kurang sesuai dengan kondisi badan pemain.

“Lihat saja, ukurannya tidak pas. Ada yang terlalu besar, ada yang terlalu ketat. Mungkin salah fitting atau bagaimana, saya tidak tahu. Yang jelas bisa mengurangi kenyamanan pemain di lapangan. Tapi kami tetap harus memakainya, karena sudah menjadi seragam resmi kontingen Indonesia,” sambung Njoo Lie Wen.

Tim putri Indonesia akan kembali tampil di penyisihan grup A, Minggu, 19 Agustus. Kali ini Nathasa Debby Christaline dan kawan-kawan menghadapi Kazakhstan. Sedangkan untuk tim putra, baru bertanding hari Senin, 20 Agustus, melawan Thailand.