DUEL DUA PEMAIN NBA, CHINA TUMBANGKAN FILIPINA

DUEL DUA PEMAIN NBA, CHINA TUMBANGKAN FILIPINA

Pertandingan antara Cina dan Filipina menjadi tajuk akbar di gelaran Asian Games 2018 hari ketujuh. Bagaimana tidak, pertandingan ini melibatkan tiga pemain NBA dan menarik perhatian penonton dari seluruh Asia bahkan dunia. Pada kesempatan itu, Cina yang memiliki Zhou Qi (Houston Rockets) dan Ding Yanyuhang (Dallas Mavericks) pun memenangkan pertandingan dengan skor ketat 82-80 di GBK-Hall Basket, Senayan, Jakarta, Selasa 21 Agustus 2018.

Zhou Qi, senter, menjadi penampil terbaik Cina setelah mengumpulkan 25 poin, 12 rebound, dan 7 blok. Ia bahkan sudah melakukan enam kali blok di paruh pertama. Ia bertahan sama baik dengan saat menyerang. Jordan Clarkson (Cleveland Cavaliers) dan Christian Standhardinger dari Filipina pun sempat tidak lepas dari perlawanannya.

Selain Zhou Qi, Wang Zhelin juga berkontribusi dalam pertandingan ini. Ia mencetak 13 poin dan 7 rebound. Sementara itu, pemain muda Abudushalamu Abudurexiti tampil cemerlang dari bangku cadangan dengan mengoleksi 12 poin dan 8 rebound. Zhao Rui lalu menambahkan 11 poin termasuk dua lemparan bebas penting di detik-detik akhir.

Cina bisa menang di pertandingan ini karena—salah satunya—persentase tembakan yang sedikit lebih baik dari Filipina. Cina memasukkan 39 persen tembakan sementara Filipina hanya 36. Mereka juga mampu memanfaatkan momentum di detik-detik akhir lewat pertahanan yang ciamik. Zhao Rui, pemain Cina, berhasil mencuri bola dari Stanley Pringle dan menyamakan kedudukan 80-80.

Dalam kondisi sama kuat, Filipina berusaha memenangkan pertandingan, tetapi Jordan Clarkson tidak bisa bermain selincah sebelumnya karena sempat mengalami kram di dua menit terakhir. Filipina pun gagal mengeksekusi tembakan dan serangan berbalik ke pertahanan mereka. Cina, melalui Zhao Rui, berusaha bermain secepat yang mereka bisa sampai akhirnya Clarkson melakukan pelanggaran.

Zhao Rui mendapat dua lemparan bebas dan memasukkan semuanya. Cina unggul 82-80. Pertandingan tersisa 13 detik.

Dalam waktu sesempit itu, Filipina berusaha menyamakan kedudukan atau bahkan memenangkan pertandingan. Sayangnya, garda Filipina Paul John Dalistan gagal mencetak tripoin di sisa enam detik sehingga dewi fortuna hari ini berada di kubu Cina.

Kendati mengalami kekalahan, Kepala Pelatih Yeng Guiao tetap mengapresiasi permainan anak-anak asuhnya, terutama Clarkson. Garda Cavs itu menyumbang 28 poin, 8 rebound, dan 4 asis. Christian Standhardinger di belakangnya dengan 18 poin dan 8 rebound sementara Stanley Pringle 14 poin saja. Sayang, absennya Clarkson di dua menit krusial karena kram membuat mereka kehilangan satu senjata tajam.

“Kami kehilangan Jordan Clarkson karena kram, tetapi tanpanya kami tetap bisa bermain bagus,” kata Yeng Guiao. Benar kata Yeng Guiao, meski pemain andalannya mengalami kram, Filipina tetap bisa menekan lewat Pringle dan Standhardinger. Di sisi lain, Cina juga masih memiliki Zhou Qi, Wang Zhelin, dan Abudushalamu Abudurexiti yang menjaga area pertahanan sehingga Filipina gagal menembusnya. Itu belum lagi dihitung dengan upaya Zhao Rui dalam memenangkan pertandingan.

Cina pun kini mengemas satu kemenangan. Mereka akan bermain sekali lagi melawan Kazakhstan. Jika menang nanti, maka Cina akan berada di puncak klasemen Grup D dan lolos ke putaran berikutnya.